Senin, 08 Oktober 2012

Tears Of Women


Mengapa Wanita Mudah Menangis?

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."
Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas". sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"
Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.
Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.....
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.
Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan".
Wallahu musta’an...

Kamis, 20 September 2012


Cha-mizh, 20 sept 2012

My Beloved Bunda ...

(Surat Untuk Bunda) . . .

Oh ibuku, dengarkanlah suara dalam hatiku.
Ku bersyukur, ku bahagia
Akan limpahan rahmat-Nya

Ku ingat hari-hari yang indah
Ku ingat masa masa lalu
Betapa senang ketika ku bersama ibu.

Kau ajar aku mengenal Allah,
Lewat apa yang dicipta
Kau ajar aku mencinta Allah
Lewat sholat dan puasa

Jalinan kasih darimu ibu,
Terukir indah dalam hatiku,
Kesabaranmu tak pernah pupus oleh sang waktu


- Hari cerah, matahari begitu gembira membagikan sinarnya ke penjuru bumi. Ditemani kipas angin yang berputar, saya menulis ulang sebuah surat  tak bertanggal untuk seorang bunda. Surat yang ditulis pada sebuah catatan harian dan tak tersampaikan. Hanya goresan pensil usang, saat saya sampai pada usia label 17 tahun.

Surat
ini juga saya sampaikan untuk semua bunda yang ada di dunia, sebuah ekspresi penghargaan yang tak sebanding dengan hal yang engkau persembahkan bagi kami anak-anaknya. Sebuah tanda cinta, tanda berkelindannya rasa bahagia.
Menjadi seorang bunda adalah hal terindah yang pernah saya lihat. Bunda adalah segalanya.

SURAT KEPADA BUNDA
Pojok kamar bercat putih pucat,
 malam sudah dari tadi beranjak.
Menjumpai Bunda,
Apa kabar bunda?
Bunda, aku ingin menyebutmu demikian, sebagai penghormatan yang tiada tara.
Malam ini, bulan sembunyi dengan angkuhnya, hingga aku tak bisa memandangi warna peraknya. Bintang yang gemerlapan itupun malah ikut mempermainkanku dengan tidak menampakkan diri. Padahal aku sangat ingin bermain-main sejenak, menerbangkan berbagai perasaan. Pada patahan malam ini, hanya ada deru angin yang sedang mencandai daun-daun pohon mangga di seberang kamar. Aku merasakannya dalam gelap. Sesekali aku memandangi langit megah tak berpenyangga.

Bunda,
dalam keheningan hebat ini aku selalu membayangkan senyuman ikhlas yang bunda sunggingkan setiap menjumpaiku. Sebuah senyuman yang sudah menjadi desah nafas tiada pamrih. Aku memahatnya dalam tiap bingkai indah di ruang hati yang sudah menemaniku selama ini.

Oh iya bunda,
aku masih ingat saat aku dengan tanpa beban memintamu menjadi seorang putri raja. Dan bunda menjelma menjadi putri raja sepenuh hati, menemaniku bermain saat aku menjadi permaisuri raja. Aku senaang sekali. Padahal kemarinnya aku menginginkan mu berubah menjadi pendongeng, dan sebentar kemudian engkau mulai membuaiku dengan banyak cerita. Aku mungkin akan mengingatnya selalu dalam benak sebagai kenangan tidak biasa.

Baru kusadari, ternyata bunda bisa menjelma peran apa saja. Koki pintar yang selalu memuasiku dengan makanan tak bertarif. Atau seorang psikolog handal, yang berjam-jam rela menjadi keranjang sampah cerita rutinitas ku tanpa harus dibayar. Dokter yang menjagaku sepanjang malam tanpa lelap sedikitpun, kala aku harus terbaring mengalami sakit dan itu gratis. Kali lain engkau menjadi sahabat dekat yang mengingatkanku untuk berhati-hati dengan seorang pangeran, saat itu aku tersenyum malu, ternyata kau bisa menebak apa yang belakangan itu terjadi. Oh iya aku tidak lupa, ketika bunda menjahitkan ku sebuah gaun krem bermotif sekuntum bunga, meski kau kerjakan manual tapi hasilnya membuatku berucap, "Wah bunda hebat!". Dan aku selalu mengangsurkan geraian rambut ini, tentu saja dengan berdendang bunda akan melakukannya dengan hasil baik. "She is a special barber".

Bunda sayang,
hari ini adalah hari "jadiku". Yah, setiap hari bertanggal 21 di bulan ini ku lewati setiap tahun. Ingatkah bunda, tentang hari besar itu? Aku tahu jawabannya, karena tiap hari itu, bunda akan menyambut dan memelukku dengan berucap "Tambah satu tahun lagi usia anak bunda". Meski tidak pernah ada pesta, aku selalu senang, karena sudah ada hadiah yang paling indah, it's u bunda!.

Bunda, sembilan belas tahun, usiaku
kini, Sudah selama itukah aku menapaki hidup? Perasaan baru kemarin aku mengeja "Ini Budi" dan menghapal perkalian 3. Sepertinya baru kemarin aku merepotkanmu dengan pertanyaan-pertanyaan ibukota propinsi di Indonesia. Ah bunda, masih segar rasanya merengek-rengek ingin ikut ke kota bersamamu. Padahal sekarang aku bisa pergi kapan saja tanpa takut tidak ditemani.

Sudah selama itukah aku menjadi bebanmu? (Aku sangat yakin engkau tidak berkenan dengan penggunaan kata "beban"). Bagimu, aku adalah tempat untuk mengekspresikan banyak hal, kasih sayang, ketulusan, kebijaksanaan, keluhuran budi, kekayaan alami, kecerdasan, kearifan. Untukmu, aku adalah perwujudan cinta hakiki. Satu hari bunda menangis melihat darah yang keluar ketika aku terjatuh, dan bunda memelukku erat, "Sayang... berikan rasa sakit itu untuk bunda". Ah bunda, andai saat itu bisa kubujuk untuk kembali, aku tak akan meraung-raung dan tidak membuatmu khawatir, aku akan berkata "Aku baik-baik saja bunda".

My dear bunda,
surat ini sengaja aku tulis. Agar aku bisa menyapamu dengan agung, biar perasaan romantis ini bisa leluasa mengalir. Aku malu menyampaikannya secara langsung. Rasa terima kasih yang menggumpal dalam dada ini biarlah terangkai dalam kalimat-kalimat berirama sopran. Ah, bunda, aku tak punya keberanian untuk menyanjungmu terang-terangan, seperti yang selama ini bunda persembahkan. "Ayo sayang, tidurlah" atau "Duh anak bunda paling cantik sedunia" atau "Jangan begitu, bunda yakin kau anak pintar dan mampu melakukannya dengan baik" bahkan "Anak sholehah tak akan melakukan ini", "Geulis, pinter,sholeh......, anak gadis tak baik menyanyi di kamar mandi".
 Hehe…

My love bunda,
Kedewasaan (sebuah kata yang kutemukan dalam pelajaran bahasa indonesia) seharusnya menjadi milik seorang yang berusia 17 tahun kan? He..he.. sepertinya aku akan meminta bantuanmu agar bisa memilikinya. Tolong yah!
                               
Bunda, dalam sunyi, aku menyempatkan diri mengingat pesanmu tahun lalu "Seiring usia yang bertambah, sebaliknya jatah umur kita berkurang. Seseorang yang bergembira dengan hari kelahirannya, sesungguhnya dia bersuka dengan majunya kematian". Iya bunda, aku setuju dengan nasihatnya. Aku seharusnya menambah kadar mawas diri, memperbaiki kualitas akhlak dan kepribadian, semakin ringan menolong sesama, makin bijak dalam memilih dan tentu saja kian cendikia. "Tidak lupa diri". Itu tambah bunda kemudian       
Bunda, terima kasih sudah menyeberangkan aku ke usia ini dengan selamat. Terima kasih juga atas rambu-rambu yang senantiasa menjadi pengarah hingga aku tidak terantuk dan tersesat. Berjuta rasa bahagia, karena telah menjadi seorang ibu yang bijaksana, seorang yang selalu mewarnaiku dengan do'a-do'a ikhlas, seorang yang mendorongku untuk menjadi kaya ilmu dan budi. Jasa indah bunda tak terbilang. Aku hanya mampu menggoreskanya dalam sebentuk puisi sederhana:

Dia seperti Rimbun pohon kebijaksanaan,
Yang selalu naungi dunia kecil milikku
Sebarkan wangi kedamaian
tak henti memberiku semangat menapaki hidup

Dia, menjelma telaga teduh sepanjang waktu,
Tempatku bertambat, bermain dan bermimpi
Riak airnya membiakkan banyak kebahagiaan
Menemani segala bentuk hari yang ku lalui

Aku tak pernah mendapatinya kering,
Meski musim tidak terhitung berganti
Aku tak pernah melihatnya tumbang
Walau gelombang yang mendera bertubi-tubi

Dia tetap tersenyum menjumpaiku
Dia tetap membagi aku dengan kecupan sayang
Bunda, aku menyebutmu demikian
Dan bunda, malam ini sudah sepatutnya aku mengulurkan renda-renda do'a untuk mu. Doa yang bunda sendiri ajarkan. "Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, Sayangilah mereka seperti mereka menyayangi dan mendidik aku di waktu kecil".

My beloved bunda,
bila esok tiba, tak kan kusia-siakan untuk mereguk kebersamaan dengan engkau. Kesempatan untuk mendulang lebih banyak hal menakjubkan juga tidak akan kumubadzirkan. Engkau adalah orang terkuat di dunia kecilku, dalam naungan langit mungil yang selalu mengakrabkanku dengan dunia sebenarnya. Engkau adalah muara dari segala hal yang aku butuhkan. Aku tidak akan menjadi apa-apa bila keberadaanmu nihil. Dan bunda, bantu aku manjadi sosok yang diharapkanmu. Karena aku sadar, tidak mudah membangunnya sendirian. Akhirnya semoga bunda baik-baik saja. Semoga Allah selalu menyayangimu dengan memberimu kekuatan untuk selalu menyayangiku :). Bunda, tunggu aku besok, aku berjanji untuk membuatmu tersenyum menatap bola raksasa itu pergi ke kaki langit.
"Hueammmm" aku mengantuk, jam mungil yang tergantung memberitahuku bahwa jarum pendeknya sudah ada di angka 2.
Sekian dulu bunda.
Peluk cium dari ananda . . . 

Selasa, 05 Juni 2012

Lii Akhiii


HUKUM YASINAN

MUQODDIMAH
Kebanyakan kaum muslimin membiasakan diri melakukan Yasinan (membaca surat Yasin), baik pada malam Jum'at, ketika mengawali atau menutup majlis ta'lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting. Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur'an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka. Al-Qur'an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat dari Al-Fatihah sampai An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat Islam senantiasa membaca Al-Qur'an. Dan kalau sanggup hendaknya menghatamkan Al-Qur'an setiap pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari sekali atau khatam setiap bulan sekali.[1]

FADILAH / KEUTAMAAN MEMBACA AL QUR'AN
            Sesungguhnya membaca al qur'an itu sangat banyak fadilahnya, diantaranya ;
1.      Al Qur'an akan dapat memberikan syafa'at kepada pembacanya pada hari kiamat, sebagaimana hadits Rasul dari Abu Hurairah ra, Rasulullah n bersabda :
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
"Bacalah Al Qur'an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemohon syafaat bagi ashabul qur'an (orang yang membaca dan mengamalkannya)."[2]
2.      Membaca Al Qur'an akan mendapatkan pahala yang besar
عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ
 أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata, "Rasulullah n bersabda, "Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah (al qur'an), maka dia akan mendapatkan satu kebaikan darinya. Dan satu kebaikan itu (dibalas) sepuluh lipatannya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf"[3]

ALASAN ORANG YANG MELAKUKAN YASINAN
Banyak alasan orang yang mendorong melakukan Yasinan baik pada saat ada kematian atau setiap malam Jum'at atau lainnya. Diantara alasan tersebut adalah
1.       Menurut mereka, hal itu termasuk ibadah membaca al qur'an. Mengapa membaca al qur'an dilarang?
2.       Hal itu termasuk berjama'ah membaca al qur'an yang sangat utama sebagaimana disebutkan dalam hadits.
3.       Dari pada berkumpul di rumah orang kematian hanya sekedar bermain catur, kartu atau lainnya, apalagi berjudi, lebih baik membaca al qur'an.
4.       Surat Yasin memiliki banyak keutamaan atau fadilah.
5.       Berkumpul membaca surat Yasin tidak ada jeleknya.

BANTAHAN TERHADAP ALASAN MEREKA
Sesungguhnya membaca Al Qur'an termasuk ibadah, padahal ibadah itu akan diterima oleh Allah dan berpahala jika memenuhi dua persyaratan, yaitu : ikhlas karena Allah dan mengikuti tata cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW . Dan sesungguhnya membaca surat Yasin dengan bersamaan pada setiap ada kematian atau hari jum'at adalah tidak dicontohkan Rasulullah. Maka walaupun mereka Yasinan (membaca surat Yasin) itu dengan ikhlas tapi tidak diajarkan oleh Rasulullah maka amalan tersebut akan tertolak. Sebagaimana sabda Rasulullah
من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد
"Barang siapa yang beramal tapi tidak ada perintah dari kami, maka amalan tersebut tertolak"[4]
Atau dalam hadits lain disebutkan bahwa "Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan kami yang tidak ada perintah dari kami, maka akan tetolak" [5]
            Maka dari keterangan di atas, bantahan bagi golongan yang mengamalkan yasinan adalah sebagai berikit :
1.      Membaca Yasinan bukannya dilarang, tapi yang dilarang adalah tata cara yang tidak sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah,  sehingga amalan tersebut bisa sia-sia, sebagaimana hadits di atas.

2.      Berkumpul membaca Al Qur'an memang sangat utama, sebagaimana tercantum dalam hadits,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah bersabda, "Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah, mereka membaca kitabullah (al Qur'an) kemudian mendiskusikannya antar mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, dan dipenuhi dengan rahmat, para Malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut mereka di kalangan (para Malaikat) dihadapanNya.[6]
            Hadits di atas menunjukkan bahwa berkumpul untuk membaca dan mempelajari al Qur'an merupakan ibadah yang sangat mulia. Namun bagaimanakah bentuk atau cara yang sesuai dengan as sunnah nabi? Karena kalau tidak sesuai amalan itu akan tertolak. Diantara bentuk – bentuk berjama'ah dalam membaca al qur'an yang sesuai sunnah adalah;

§  Satu orang membaca, sementara lainnya mendengarkan.
Disebutkan dalam hadits dari Abdullah, dia berkata, Rasulullah bersabda kepadaku, "Bacakanlah (al Qur'an) kepadaku!" Aku menjawab, "Apakah aku akan membacakan kepada anda, sedangkan Al Qur'an diturunkan kepada anda?" Beliau menjawab, :"Sesungguhnya aku suka mendengarkannya dari selainku" maka akupun membacakan kepada beliau surat An Nisa', sehingga aku sampai pada (ayat)
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَـؤُلاء شَهِيداً
"Maka bagaimanakah (halnya orang – orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksiatas mereka itu (sebagai umatmu)[7]. (Kemudian ) Beliau bersabda, "Berhentilah!" Ternyata kedua mata beliau meneteskan air mata."[8]
            Imam Malik berkata, "Seandainya seseorang membaca, yang lain menyimak, atau seseorang membaca setelah yang lain, aku tidak menganggapnya berbahaya"[9]

§  Membaca bergantian
Imam Malik berkata, "Hendaklah orang itu membaca, dan (setelah selesai) yang lain (ganti) membaca. Allah berfirman :
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُواْ لَهُ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Dan apabila dibacakan al Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang. Agar kamu mendapat rahmat." [10].
Beliau juga berkata, "Seandainya seseorang dari mereka membaca beberapa ayat, kemudian yang lain membaca setelah temannnya, dan yang juga demikian itu tidak mengapa, mereka saling memperdengarkan satu sama lain"[11]

§  Dibuat beberapa kelompok, setiap kelompok dibimbing oleh qari'.
Imam Malik ditanya tentang para qori Mesir, yang orang banyak berkumpul kepada mereka, lalu tiap-tiap qori membacakan (al qur'an) kepada sekelompok orang dan membimbing mereka? Beliau menjawab, "Itu bagus tidak mengapa" [12]

Sedangkan bentuk-bentuk membaca al Qur'an berjama'ah yang tidak benar adalah sebagai berikut,
§  Imam Malik berkata, Tidak boleh sekelompok orang berkumpul membaca satu surat (bersama-sama) seperti dilakukan penduduk Iskandariyah. (Demikian) dibenci tidak menyenangkan kami.[13] Beliau juga mengatakan "Itu bukan perbuatan orang-orang (salaf)[14]
§  Adapun membaca al quran secara bersama-sama dengan satu suara secara keras, ini bertentangan dengan ayat 204 surat Al A'raf. Jika al Qur'an dibacakan, maka sikap kita adalah diam, mendengarkan dan merenungkan apa isi dari bacaan tersebut.

3.      Adapun perkataan mereka "Dari pada berkumpul di rumah kematian sekedar bermain catur, kartu atau lainnya, atau berjudi lebih baik untuk membaca Al Quran", maka pendapat ini tidak dapat diterima dari beberapa sisi :
§  Berkumpul di rumah orang kematian setelah penguburan mayit, termasuk perbuatan niyahah (meratapi mayit) yang terlarang, memperbaharui kesedihan dan membebani keluarga mayit. Imam Syafi'I berkata, "Aku membenci berkumpul dalam kesusahan, yaitu berjama'ah, walaupun mereka tidak menangis, karena hal itu akan memperbaharui kesedihan, membebani biaya, bersamaan dengan riwayat yang telah lalu terntang hal ini"[15]
Kemungkinan riwayat yang dimaksud oleh Imam Syafi'i tersebut adalah riwayat dari Jarir bin Abdullah Al Bajali, dia berkata "Kami (para sahabat) memandang berkumpul di keluarga mayit dan pembuatan makanan setelah penguburannya termasuk niyahah. [16] dan itu termasuk bid'ah, sebagaimana dikataan sebagian ulama.[17]
§  Sebagian ulama menyatakan, hukum bermain kartu dan catur, walaupun tanpa judi itu terlarang, sehingga termasuk terlarang. Adapun berkumpul di rumah kematian  untuk membaca Al Qur'an adalah bid'ah.
Imam Sufyan Ats Tsauri berkata, "Bid'ah lebih dicintai oleh Iblis dari pada maksiat. Orang terkadang bertaubat dari maksiat, tapi seseorang sulit bertaubat dari bid'ah.[18]

4.      Alasan mereka "Surat Yasin memiliki banyak keutamaan atau fadilah", padahal kalau diteliti dari hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan surat Yasin adalah dho'if (lemah) bahkan ada yang maudhu' (palsu).
Adapun hadits-hadits yang semuanya dha'if (lemah) dan atau maudhu' (palsu) yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin diantaranya adalah sebagai berikut :

"Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum'at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya".[19]

Keterangan : Hadits ini Palsu.
Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata : Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits.[20]

"Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya".

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu'jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma'in, ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat).[21]

"Artinya : Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid".

Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu'jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa'id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits.[22]

"Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya".

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja'. Atha' bin Abi Rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H.[23]

"Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur'an dua kali". [24]

Keterangan : Hadits ini Palsu.[25]

"Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur'an sepuluh kali". (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu'abul Iman).

Keterangan : Hadits ini Palsu.[26]

"Artinya : Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur'an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur'an sepuluh kali".

Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 3048) dan Ad-Darimi 2:456. Di dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata : Aku mendapati hadits ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya. (Periksa : Silsilah Hadits Dha'if No. 169, hal. 202-203) Imam Waqi' berkata : Ia adalah tukang dusta. Kata Imam Nasa'i : Muqatil bin Sulaiman sering dusta.[27]

"Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi".

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Hadits ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar : Ia banyak memursalkan hadits dan banyak keliru.[28]

"Artinya : Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu".

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet. India), Abu Daud No. 3121. Hadits ini lemah karena Abu Utsman, di antara perawi hadits ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadits ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak jelas).

"Artinya : Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza') melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya".

Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188. Dalam sanad hadits ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan Nasa'i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim berkata, ia munkarul hadits. Kata Abu 'Arubah Al Harrani, ia sering memalsukan hadits.[29]

Penjelasan
Abdullah bin Mubarak berkata : Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata : Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu semua hadits tentang itu adalah palsu. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadits-hadits palsu adalah agar manusia sibuk dengan ( membaca surat-surat tertentu dari Al-Qur'an) dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur'an yang lain, juga kitab-kitab selain Al-Qur'an.[30]

5.      Adapun perkataan mereka bahwa berkumpul membaca surat Yasin tidak ada jeleknya, maka sebenarnya berkumpul membaca surat Yasin berjama'ah dengan suara keras pada waktu-waktu tertentu banyak kejelekannya, diantaranya ;
-          Membaca Al Qur'an dengan suara keras bertentangan dengan Qur'an surat Al A'raf : 204.
-          Bertentangan dengan metode Nabi saw dan para sahabatnya ketika secara berjama'ah membaca Al Qur'an. Yaitu satu membaca  dan yang lainnya diam, mendengarkan dan merenugi isinya.
-          Mengkhususkan membaca surat Yasin, tanpa surat-surat yang lain juga merupakan bid'ah dholalah (yang sesat). Hal ini termasuk bid'ah idhofiyah, yaitu bid'ah yang pada pasalnya ada dalil, namun sifatnya tidak ada dalil. Membaca Al Qur'an ada dalilnya, tetapi mengkhususkan surat Yasin pada waktu tertentu tidak ada dalilnya. Dan semua bid'ah itu sesat (dholalah), tidak ada bid'ah hasanah (yang baik).
-          Mengkhususkan waktu tertentu untuk membaca surat Yasin, seperti setelah kematian atau setiap hari Jum'at, juga termasuk bid'ah.
-          Membaca Al Qur'an bersama-sama dengan satu suara juga merupakan bid'ah dan banyak kejelekannya.


KHATIMAH
Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya lemah dan palsu dan alasan-alasan lainnya yang membolehkan mengkhususkan membaca surat Yasin yang dibaca dengan berjama'ah ketika ada kematian atau malam Jum'at telah terbantahkan, karena merupakan perbuatan bid'ah dan kemaksiatan yang harus kita jauhi. Oleh karena itu, bagi kita yang sudah mengetahui hal tersebut, agar mendakwahkannya dengan cara-cara yang telah diajarkan Rasulullah n pula agar kita tidak terjerumus ke dalam lembah syaithon. Mudah mudahan risalah kecil ini bisa bermanfaat buat kita semua. Amin.

Wallahu A'lam bishowab.



[1] HR. Bukhari, Muslim
[2] HR. Muslim, no. 804
[3] HR. Tirmidzi no. 2910
[4]  HR. Muslim
[5]  HR. Bukhari, Muslim
[6]  HR. Muslim no.2699, Abu Daud no.3643, Tirmidzi no. 2646, Ibnu Majah no. 225
[7]   QS. An Nisa : 41
[8]   HR. Bukhari no. 4582, Muslim, no. 800.
[9]   Al Hawadits wal Bida' : 162
[10]  QS. Al A'raf : 204
[11]  AL HAwadits wal Bida' : 162
[12]  Al Muntaqo, 1/345 dinukil dari kitab Al Hawadits wal bida' : 161
[13]  Al Hawadits Wal Bida' : 161
[14]  Ibid
[15]  Al Umm 1/248
[16]  HR. Ahmad, Ibnu Majah; dishohihkan An Nawawi, Al Bushiri dan Al Bani (Ahkamul Janaiz : 167)
[17]  Ahkamul Janaiz : 167
[18]  Riwayat Al Lalikali, Al Baghawi
[19]  Ibnul Jauzi, Al-Maudhu'at, 1/247
[20] Al-Maudhu'at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I'tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua'ah hal. 268 No. 944.
[21] Mizanul I'tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I : 464-465
[22] Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I'tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45
[23]  Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I'tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22
[24]  HR. Baihaqi dalam Syu'abul Iman
[25] Dha'if Jamiush Shaghir, No. 5801, Syaikh Al-Albani
[26]  Lihat Dha'if Jami'ush Shagir, No. 5798 , Syaikh Al-Albani
[27] Mizanul I'tidal IV:173
[28] Taqrib I:355, Mizanul I'tidal II:283
[29] Mizanul I'tidal IV : 90-91
[30] Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dha'if, hal. 113-115

Template by:

Free Blog Templates