Akan selau ada keindahan dalam setiap gerak kita
Selalu ada kesejukan dan kehangatan yang tercipta di sekitar kita
Fokuskan semua indra itu pada kebaikan
Dan kita kan merasakan keindahannya
Fathimah tergolong wanita yang memiliki keistimewaan karna keluhuran nasab dan kedudukannya yang tinggi.Ia tumbuh dan besar di rumah khattab bin Nufail yaitu dirumah Al-Makhzumy Al-quraisy.Tatkala masa mudanya telah mencapai usia yang matang,Said binZaid melamarnya.Merekapun bersama-sama menegakan hubungan yang harmonis
Kemudian Said pun masuk Islam melalui tangan seorang sahabat yang agung,yaitu Khabab bin Arast .Said dibawa oleh Khabab menemui Rasulullah untuk masuk islam dihadapannya. Dan said kembali pulang kerumah untuk mengabarkan kepada istrinya tentang keislamannya. ,kemudian Fathimah langsung mengucapkan dua kalimat syahadat agar dia juga bisa merasakan indahnya islam.Dan Ia termasuk dalam kelompok wanita yang pertama memeluk islam.
Suatu hari Umar dengan marah keluar ingin membunuh Nabi Muhammad. Dengan membawa sebilah pedang yang tajam.Kemudian Dia bertemu seseorang dari bani Zahrah yang bernama Nu'aim bin Abdullah an-Nahham.
Nu'iam bertanya, "Wahai Umar, hendak ke manakah Engkau? Mengapa Engkau terlihat sangat marah dan pedangmu sangat liar?.”
Umar menjawab dengan lantang, "Saya ingin membunuh Muhammad yang telah memecah belah perkara quraisy."
Maka Nu’aim berkata:”demi Allah sesungguhnya engkau tidak akan selamat dan dapat hidup dengan aman sekiranya kamu membunuh Muhammad!? Apakah tidak sebaiknya engkau kembali pada keluargamu,lalu engkau luruskan mereka?” Sesungguhnya adkimu (Fathimah)dan iparmu telah masuk islam dan mengikuti agama Muhammad.”
Dia semakin marah lalu pergi ke rumah adiknya dan menggenggam erat pedang ditangannya. Ketika dia mendekati pintu rumah Fathimah terdengar Khabab bin Arast sedang membaca surah Thaha kepada Fatimah dan suaminya.
"Buka pintu ini cepat," sergah Umar dari luar rumah Fatimah.
Fatimah, Said dan Khabab terkejut lalu menyembunyikan ayat al-Quran tersebut. Kemudian Khabab lari ke belakang rumah dan bersembunyi di situ.
."Tadi saya dengar ada suara lelaki di sini. Suara itu membacakan sesuatu yang belum pernah saya dengar. Suara apakah itu?" Tanya Umar dengan nada tinggi.
Kemudian Mereka berdua berkata: "Apa yangkamu dengar tadi hanya perbualan kosong sahaja. Kami berbual-bual perkara biasa. Tidak ada apa-apa yang perlu kamu tahu."
“Sesungguhnya aku telah mendapat kabar bahwa kalian berdua telah mengikuti agama Muhammad,Kata Umar dengan marah”
Kemudian Umar menyerang dan memukul Said,Fathimah pun langsung brdiri menuju Umar untuk menolong suaminya.Ia berdiri sebagai penghalang antara suaminya dan Umar yang sedang marah.Maka Umar menampar adiknya itu sehingga melukainya.
Tatkala Umar melakukan hal itu,Fathimah dan suaminya berkata:”benar,sesungguhnya kami telah masuk islamdan beriman kepada Allah dan Rasulnya,maka silahkan engkau berbuat sesukamu terhadap kami.”ketika Umar melihat darah yang mengalir pada Fathimah,Umar pun menyesal atas perbuatannya.
Kemudian Umar meminta lembaran yang kalian baca tadi,Aku ingin melihat apa yang dibawa oleh Muhammad ini.Maka Fatimah berkata:”Aku khawatir engkau akan melakukan hal buruk terhadapnya.”
Umar berkata kepadanya:”janganlah engkau khawatir.”Dia bersumpah atas nama tuhan-tuhannya untuk mengembalikan lembaran itu setelah membacanya.tatkala dia mengatakan demikian,Fatimah sangat berharap agar Umar masuk islam.Ia berkata kepada Umar:”Wahai saudaraku,sesungguhnya engkau ini najis karna kesyirikanmu dan tidak boleh menyentuh ini kecuali suci.
Lalu Umarberdiri dan mandi kemudian lembaran itu diberikan kepadanya,dan Umarpun membacanya.
“Supaya setiap jiwa itu di balas berdasarkan apa yang diusahakannya”(thaha:15)
Umar tertegun dengan keindahan ayat dari surah Thaha itu.
Umar berkata:”Alangkah bagus dan mulianya firman ini!!”
Ketika Khabab mendengar hal itu,dia keluar dari persembunyiannya. Khabab pun berkata kepada Umar: "Syukur. Ini berkat doa Nabi Muhammad. Nabi Muhammad sekarang berada di Darul Arqam di Shafa."
Kemudian Umar bergegas menemui Nabi Muhammad. Sampai di hadapan Nabi Muhammad, Umar pun memeluk Islam dengan mengucap dua kalimah syahadah.
"Terima kasih ya Allah. Akhirnya Umar mendapat cahaya Islam," ujar Fatimah selepas saudaranya itu memeluk Islam.
Seperti inilah sejarah merekam sikap keimanan yang agung pada diri Fatimah.Ia tunjukan keimanannya itu kepada Umar serta sikapnya yang mampu meruntuhkan kesombongan Umar.Pada akhir kehidupannya,Ia hidup dibawah naungan islamyang suci.
Cukuplah Fatimah menjadi kebanggaan dan kehidupannya menjadi pelajaran bagi kita,dimana sejarah mengingatkan kehidupannya kepada kita dari sela-sela kisah keislaaan Umar.
Semoga Allah meridhainya dan menjadikan Ia ridha kwpada-Nya.
0 komentar:
Posting Komentar